Back to Blog
ocean freight, pelayaran, ocean freight adalah, ocean freight kena pph 23, sea freight adalah, sea freight cargo, sea freight shipping,

Kapan Harus Menggunakan Sea Freight? Ini Panduannya!

Jakarta, 04 April 2025

Pernah kepikiran kenapa banyak bisnis memilih pengiriman lewat laut dibanding udara? Sea freight sering menjadi pilihan karena lebih hemat biaya, terutama buat barang dalam jumlah besar. Tapi, apakah selalu jadi opsi terbaik?

Meskipun termasuk sebagai opsi yang cukup efisien, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilihnya. Karena efisiensi ini berkaitan erat dengan cakupan layanan pelayaran yang diberikan.

Yuk, cari tahu kapan waktu yang tepat menggunakan sea freight dan apa saja yang perlu kamu perhatikan.


Apa Itu Sea Freight?

Sea freight atau ocean freight adalah metode pengiriman barang menggunakan kapal laut. Metode ini cocok untuk mengangkut kargo dalam jumlah besar, baik untuk ekspor-impor maupun pengiriman dalam negeri.

Dibandingkan dengan pengiriman udara, sea freight shipping jauh lebih ekonomis, terutama untuk barang yang tidak membutuhkan pengiriman cepat.

Di Indonesia, yang merupakan negara kepulauan, transportasi laut punya peran penting dalam distribusi barang. Baik untuk pengiriman antar provinsi maupun ekspor-impor, moda transportasi laut sering menjadi pilihan utama karena kapasitasnya yang besar dan biaya yang lebih terjangkau dibanding udara.


Apa Saja Jenis-Jenis Sea Freight?

Pengiriman barang lewat laut atau ocean freight cargo punya beberapa metode yang bisa dipilih, tergantung jenis dan jumlah barang yang dikirim. Nah, berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan:

1. Full Container Load (FCL)

Kalau barang kamu banyak dan bisa memenuhi satu kontainer sendiri, sebaiknya pilih FCL (Full Container Load). Dengan metode ini, kontainer hanya berisi barang kamu, jadi lebih aman dan nggak bercampur dengan barang orang lain. Selain itu, proses bongkar-muat juga lebih cepat dibanding metode lainnya.


Baca Juga: Perbedaan LCL dan FCL pada Pengiriman Menggunakan Kontainer


2. Less than Container Load (LCL)

Kalau barang yang dikirim nggak cukup banyak untuk mengisi satu kontainer penuh, maka bisa pakai LCL (Less than Container Load). Dengan metode ini, barang kamu akan digabung dengan barang dari pengirim lain dalam satu kontainer.

Biayanya pun lebih murah dibanding FCL, tapi biasanya waktu pengirimannya lebih lama karena harus menunggu kontainer penuh dulu sebelum dikirim.

3. Break Bulk Shipping

Untuk barang-barang berukuran besar yang bentuknya nggak memungkinkan masuk ke dalam kontainer, seperti mesin berat, peralatan konstruksi, atau material industri (misalnya baja dan kayu gelondongan), bisa pilih metode break bulk shipping.

Barang-barang ini biasanya dikirim dalam keadaan terpisah dan butuh alat khusus seperti crane untuk proses bongkar-muatnya.

4. Roll-on/Roll-off (RoRo)

Buat kamu yang ingin mengirim kendaraan seperti mobil, truk, atau alat berat, bisa menggunakan metode RoRo (Roll-on/Roll-off).

Jadi, kendaraan bisa langsung naik (roll-on) dan turun (roll-off) dari kapal tanpa perlu dipindahkan ke dalam kontainer. Biasanya metode ini banyak digunakan di industri otomotif untuk pengiriman mobil dalam jumlah besar.

5. Liquid Bulk Shipping

Metode ini khusus buat barang dalam bentuk cair, seperti minyak mentah, bahan bakar, gas cair (LNG), atau produk kimia. Pengiriman dilakukan menggunakan kapal tanker khusus yang punya sistem penyimpanan dan keamanan tinggi untuk mencegah kebocoran atau kontaminasi.


Baca Juga: Apa Itu Cargo? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya


Apa Saja Tipe Kontainer dalam Sea Freight?

Kontainer yang digunakan dalam sea freight shipping juga beragam sesuai dengan jenis barang yang dikirim:

Dry Container

Dry container adalah jenis kontainer yang paling umum digunakan dalam ocean freight. Kontainer ini dirancang untuk mengangkut berbagai macam barang kering, seperti pakaian, elektronik, furnitur, dan produk industri lainnya.

High Cube Container

High cube container mirip dengan dry container, tapi dengan tinggi tambahan sekitar 30 cm lebih tinggi. Kontainer ini cocok untuk barang yang membutuhkan ruang vertikal lebih, seperti mesin besar atau peralatan yang tidak muat dalam kontainer standar.

Reefer Container

Untuk barang yang membutuhkan suhu tertentu selama pengiriman, seperti makanan beku, produk susu, buah-buahan, dan obat-obatan, digunakan reefer container atau kontainer berpendingin. Kontainer ini dilengkapi dengan sistem pendingin yang bisa diatur suhunya sesuai kebutuhan sehingga barang tetap dalam kondisi terbaik sampai tujuan.


Baca Juga: Perbedaan Inbound dan Outbound Logistics, Kenali Prosesnya


Open Top Container

Open top container adalah kontainer yang bagian atapnya bisa dibuka atau dilepas. Jenis ini cocok untuk barang yang terlalu tinggi atau memiliki bentuk yang tidak biasa, seperti mesin industri besar, kayu gelondongan, atau peralatan konstruksi. Karena tidak memiliki atap tetap, barang bisa dimuat dan dibongkar dengan lebih mudah menggunakan crane.

Flat Rack Container

Flat rack container adalah jenis kontainer yang tidak memiliki dinding samping dan atap, sehingga cocok untuk barang yang berukuran besar dan berat, seperti alat berat, kendaraan besar, dan pipa baja. Karena terbuka di sisi samping, barang bisa dimuat dari berbagai arah sehingga proses bongkar-muat lebih fleksibel.

Tank Container

Untuk pengiriman bahan cair seperti minyak, bahan kimia, gas, atau minuman dalam jumlah besar, digunakan tank container. Kontainer ini dirancang khusus dengan tangki baja tahan karat di dalamnya agar barang tetap aman selama perjalanan.


Baca Juga: Apa Itu DO (Delivery Order)? Ini Bedanya dengan Surat Jalan


Bagaimana Proses Sea Freight Berjalan?

Pengiriman barang menggunakan sea freight melibatkan beberapa tahap:

  1. Pemesanan dan Penjadwalan: Pengirim menentukan detail pengiriman, termasuk jenis barang, jumlah, dan kontainer yang dibutuhkan. Jadwal kapal juga harus disesuaikan agar pengiriman tepat waktu.
  2. Pemuatan Barang: Barang dikemas dan dimasukkan ke dalam kontainer yang sesuai. Keamanan dan perlindungan barang sangat diperhatikan untuk menghindari kerusakan selama perjalanan.
  3. Pengiriman ke Pelabuhan: Kontainer diangkut ke pelabuhan menggunakan truk atau kereta api. Proses ini harus terjadwal dengan baik agar barang tidak tertinggal kapal.
  4. Proses di Pelabuhan: Dokumen diperiksa, dan barang melewati pengecekan sebelum dimuat ke kapal. Kesalahan dokumen bisa menyebabkan keterlambatan.
  5. Pelayaran Menuju Pelabuhan Tujuan: Kapal membawa kontainer melewati rute laut yang telah ditentukan. Perjalanan bisa berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu.
  6. Pelabuhan Tujuan & Pengiriman ke Penerima: Barang diperiksa lagi di pelabuhan tujuan sebelum diangkut ke lokasi penerima menggunakan transportasi darat.

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Biaya Sea Freight?

Sea freight adalah metode pengiriman barang melalui laut yang biayanya bisa berbeda-beda tergantung beberapa faktor. Berikut hal-hal yang memengaruhi biaya sea freight:

  • Jarak pengiriman: Semakin jauh jaraknya, semakin tinggi biayanya.
  • Jenis barang: Barang berbahaya atau yang memerlukan perlakuan khusus bisa lebih mahal.
  • Ukuran dan berat kargo: Kargo besar dan berat membutuhkan biaya lebih tinggi.
  • Jenis kontainer yang digunakan: Reefer container atau kontainer khusus biasanya lebih mahal dibanding dry container standar.
  • Biaya bea cukai dan pajak: Untuk ekspor-impor, pajak dan biaya kepabeanan berpengaruh pada total biaya.

Baca Juga: Apa Itu Inventory Turnover? Ini Cara Menghitungnya


Peran Pelayaran dalam Menentukan Efisiensi Sea Freight

Pelayaran memainkan peran sentral dalam menentukan seberapa efisien proses pengiriman barang melalui sea freight. Efisiensi ini tidak hanya ditentukan oleh jarak dan waktu tempuh, tetapi juga oleh:

  • Rute pelayaran.
  • Jadwal kapal.
  • Jenis kapal yang digunakan.

Semakin teratur dan terhubung suatu rute pelayaran, semakin cepat dan hemat biaya pengiriman barang bisa dilakukan. Oleh karena itu, pemilihan perusahaan pelayaran yang memiliki jaringan luas dan frekuensi pengiriman tinggi bisa membantu mengoptimalkan waktu dan biaya logistik.

Pelayaran juga memengaruhi efisiensi melalui fasilitas pelabuhan dan konektivitas antar pelabuhan internasional. Pelabuhan besar dengan infrastruktur modern memungkinkan proses bongkar muat yang lebih cepat dan minim risiko keterlambatan.

Di sisi lain, pelabuhan yang padat atau memiliki jadwal pelayaran terbatas bisa menyebabkan congestion dan keterlambatan pengiriman.

Efisiensi sea freight sangat bergantung pada bagaimana pelayaran dapat mengintegrasikan semua elemen ini secara lancar.


Baca Juga: Estimasi Pengiriman Kok Lama? Ini Penyebab dan Solusinya


Kapan Harus Menggunakan Sea Freight?

Kalau kamu masih ragu kapan sebaiknya menggunakan sea freight shipping, pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Kamu mengirim barang dalam jumlah besar.
  • Tidak ada kebutuhan pengiriman cepat.
  • Biaya pengiriman udara terlalu mahal.
  • Barang yang sulit dikirim lewat udara.

Baca Juga: Apa Itu Overload Pengiriman? Kenali Penyebab dan Dampaknya


Kirim Barang Lebih Mudah & Hemat dengan forwarder.ai!

Kalau butuh kirim barang dalam jumlah besar dengan biaya lebih hemat, sea freight adalah pilihan yang tepat. Tapi urusannya bisa ribet, dari booking, dokumen, sampai pelacakan barang.

Biar nggak repot, pakai forwarder.ai aja! Dengan sistem digital canggih, kamu bisa booking pengiriman, cek status barang secara real-time, dan mendapatkan kuotasi instan. Nggak perlu ribet urus dokumen sendiri, semua jadi lebih cepat dan transparan.

Yuk, coba forwarder.ai sekarang dan nikmati kemudahan dalam setiap pengiriman!

Feeling enlightened? Share this article to more people.
Recent News

PT Digital Freight Forwarder

Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder
logo_nlc
idEA_trustmark
Copyright © PT Digital Freight Forwarder 2025. All Rights Reserved